Mungkin kau berencana pergi,seperti ruh manusia tinggalkan dunia membawa hampir semua kemanisan diri bersamanya Kau pelanai kudamu Kau benar-benar harus pergi Ingat kau punya teman disini yang setiarumput dan langitPernahkah kukecewakan dirimu ?Mungkin kau tengah marahTetapi ingatlah malam-malamyang penuh percakapan,karya-karya bagus,melati-melati kuning di pinggir lautKrinduan, ujar Jibrilbiarlah demikianSyam-i Tabriz,Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agamaAku telah mendobrak kedalam kerinduan,Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnyatapi tiada semacam iniSang inti penuntun pada cintaJiwa membantu sumber ilhamPegang erat sakit istimewamu iniIa juga bisa membawamu pada Tuhan Tugasku adalah membawa cinta inisebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,untuk pergi kemanapun kau melangkahdan menatap lumpur-lumpuryang terinjak olehmumuram cahaya mentari,pucat dingding iniCinta menjauh Cahayanya berubahTernyata ku perlu keanggunan lebih dari yang kupikirkan
by ; toto
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan para pemimpin ?"Membela yang lemah dan membantu yang miskin" jawab Nabi.Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpinYAng membela orang - arang lemah" jawabnyaYa Rasulullah ... apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?"Bersabarlah, dan tetplah bersabarJangan kau lihat pemimpinmu yang suka hartaJangan kau ikuti ulamamu yang mendekati merekaJangan kau temani orang-orang yang menjilat merekaJangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta"Ya RAsulullah... Pemimpin seperti itu sudah tidak adaUlama seperti itu sudah menghilang entah kemanaYang tersisa adalah pemimpin serakahYang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama'Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan merekaUmmat banyak yang meneladani ketamakan mereka !Apa yang harus aku lakukan, Ya... RAsulullah !Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?"Wahai ummatku...Tinggalkan mereka semuaDunia tidak akan bertambah baik sebab merekaBertemanlah dengan anak dan istrimu sajaKarena Allah menganjurkan, "Wa 'asiruhunna bil ma'ruf"Ikutilah fatwa hatimuKarena hadits mengatakan, "Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka"Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpinBukankah, "Kullulkum Ra'in, ea kullukum masulun 'an ra'iyyatihi ?"
By : toto